Welcome to My Blog ^ _ ^

Selasa, 02 Agustus 2011

Mengenal “ EGO ” dalam Diri Manusia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this history on :
    Setiap orang memiliki kepribadian yang utuh dan mengandung tiga kondisi. Setiap kondisi mencerminkan satu keadaan juwa yang berbeda dari yang lain. Tetapi semuanya memberi satu sifat khusus (watak) bagi kepribadian manusia. Tiga bagian kepribadian manusia inilah yang dinamakan ego dan kita gambarkan dengan kode-kode berikut ini:
  • C ( Child Ego State/Kondisi Ego Anak-anak )
  • A ( Adult Ego State/ Kondisi Ego Dewasa )
  • P ( Parent Ego State/ Kondisi Ego Orangtua )
   Sekarang mari kita lihat sedikit rincian dari ketiga ego diatas

        Ego Orangtua ( Parent Ego ) P
        Dalam  diri setiap orang terdapat sekumpulan watak dan kepribadian "orangtua" yang memengaruhi dan membentuk ego orangtua pada dirinya
        Ego orangtua adalah sekumpulan besar rekaman (suara dan gambar) tentang watak dan kepribadian"orangtua" yang ada dalam otak dan yang direkam secara spontan. Ketika itu, rekaman tersebut belum sempat disaring dan dikaji, tetapi hanya dihimpun terus menerus sejak awal usia. Sebagian besar rekaman ini terbentuk pada lima tahun pertama usia seseorang, sebelum ia terjun ketengah masyarakat dan  meninggalkan rumah untuk memenhi tuntutan sosial seperti pergi ke sekolah dan lain-lain.

         Ego Anak-anak ( Child Ego ) C
         Ego anak-anak merupakan bagian lain dari rekaman-rekaman yang disimpan seseorang dalam otak atau susunan sarafnya. Sebagian besar ego anak-anak terbentuk pada lima tahun usia pertama
         Ego anak-anak berisi rekaman-rekaman tentang berbagai cara yang kita jalani sebagi anak-anak, pengalaman-pengalaman yang diberikan lingkungan, kesan-kesan terhadap lingkungan serta cara kita beradaptasi dengan lingkungan.
         Singkat kata, ego anak-anak adalah rekaman utuh dari alam internal yang berupa kesan, pengalaman dan cara beradaptasi yang kita rasakan di dalam diri, sejak lima tahun pertama usia kita.

         Ego Dewasa ( Adult Ego) A
         Ego dewasa tidak berhubungan dengan beberapa faktor tertentu, misalnya faktor usia atau fisik. Ia berhubungan dengan kemamouan berpikir secara matang dan objektif yang dibangun di atas pengetahuan tentang kebenaran dan kemampuan menganalisis hubungan-hubungan serta memprediksiberbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
          Indikator utama dari ego dewasa ini adalah kemampuan berpikir secara baik. kemampuan ini tumbuh sejak fase kanak-kanak pertama dan terus berlanjut sepanjang hidup selama tidak ada sesuatu yang menghalanginya.

          Tiga bagian ego inilah yang menjadi kunci-kunci utama untuk memahami kepribadian seseorang. Tiga kunci ini pula yang menggerakan pola pikir, perasaan, dan perilaku setiap insan secara berkesinambungan. Kunci-kunci ini pula yang menjelaskan kepada kita siapa kita sebenarnya, mengapa kita berprilaku dengan cara yang kita jalani saat ini, bagaimana kita dapat melakukan hal tersebut, dan ke arah mana kita akan melangkah ?
          Tiga kondisi ego tersebut (C, A, dan P) merupakan hasil rekaman berbagai suara dan gambar (audio dan video) yang disimpan di otak dan jaringan sarag manusia sejak lahir.
          Rekaman-rekaman ini berisikan segala hal yang pernah dialami dan dijalani seseorang sejak masi kecil, terutama pada usia lima tahun pertama. Rekaman ini juga berisi watak-watak para orang tua yang memengaruhnya; kesan -kesan terhadap berbagai peristiwa; perasaan-perasaan yang berhubungan dengan kesan tersebut; semua gambaran yang pernah dilihatnya; segala hal yang ia senangi.
           Rekaman-rekaman ini disimpan di dalam orak dan jaringan saraf. Kemungkinan---- bahkan benar-benar telah terjadi---rekaman ini, semua perasaan, dan perilaku yang disimpannya akan kembali dijalani dalam kehidupan seseorang.
           Semua rekaman ini ada dalam jaringan yang paling menakjubkan, tertata rapi dan tersusun secara sempurna, yaitu otak, ean berhubungan dengan jaringan saraf yang susunanya begitu sistematis dengan ritme gerakan yang teratur. Ilmu pengetahuan belakangan berhasil mengungkap bahwa di dalam otak terdapat duua belas triliun sel saraf. Subhanallah!

(Sumber: Buku "Mengerti Permainan Psikologi" karya Dr. Adil Shadiq)

1 komentar:

Admin mengatakan...

Menarik. Sharing tema yng sama...
http://almaryahya.blogspot.com/2013/05/hubungan-antara-egois-kedewasaan-dan.html

Posting Komentar